Jl. Kedungmundu Raya No.18,
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia - 50273
Telp. (024) 76740293, 76740296 Fax. (024) 76740291
SMS : 08383-818-3833
Orientasi Program Studi Kelas Kerja Sama Lab. RSUP Dr. Kariadi & Lab. Klinik Prodia.
Selamat untuk Bp. Budi Santosa yang Telah Lulus S-3 Kesehatan Undip.
Gedung NRC Universitas Muhammadiyah Semarang.
Keluarga besar Jusrusan Analis Kesehatan FIKKES UNIMUS.
Praktik Kerja Lapangan di Mabes Polri Jakarta.
Pelatihan Plebotomi Menggunakan Tabung Vacutainer.
Akreditasi BAN PT Analis Kesehatan UNIMUS Tahun 2013.

Akademi Analis Kesehatan, Prospek Cerah, Prodi Sedikit

Alumni program studi (prodi) analis kesehatan makin dibutuhkan. Profesi ini berperan menegakkan diagnosa klinis melalui pemeriksaan laboratorium. Peran dokter bisa tergeser?

''UNTUK memastikan jenis penyakit, sampel darah pasien akan diperiksa di labaratorium''. Demikian imbauan yang lazim diucapkan pejabat di tengah merebaknya wabah flu burung. Bicara soal laboratorium, ingatan kita selalu tertuju pada sebuah profesi: analis kesehatan. Ya, profesi tersebut sekarang sedang naik daun. Sebagai operator laboratarium, analis kesehatan menjadi ujung tombak untuk mendiagnosa beragam penyakit.

Padahal dulu dokter bagaikan ''dewa'', dan dianggap sebagai satu-satunya tenaga medis yang berwenang menentukan derajat kesehatan pasien. Seiring dengan perkembangan ilmu kesehatan, makin terbukalah rahasia tautan derajat kesehatan dan komposisi kimia dalam tubuh manusia.

Alhasil, uji klinis seperti sampel darah, urine dan kandungan lain dalam tubuh sangat penting, untuk memastikan jenis serta stadium penyakit yang diderita pasien.


Oleh sebab itu, wajar jika muncul klaim bahwa peluang kerja analis kesehatan di masa sekarang dan mendatang makin cerah. Klaim tersebut antara lain terucap dari bibir Ketua Program Studi Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Budi Santosa SKM. ''Mereka bisa bekerja di instansi pemerintah (sebagai PNS), rumah sakit swasta, laboratorium swasta, maupun marketing diagnostic. Keberadaan tenaga analis kesehatan yang profesional kian dibutuhkan masyarakat,'' ujarnya.

Mengapa analis kesehatan makin laris manis? Budi Santoso merujuk dua faktor. Pertama, munculnya paradigma kesetaraan di antara tenaga medis. Dulu ada kesan bahwa perawat, analis, serta tenaga medis lainnya hanya sekadar pembantu dokter. Saat ini muncul paradigma baru bahwa setiap tenaga medis merupakan sejawat yang saling membutuhkan.

''Alasan kedua, masyarakat makin menyadari pentingnya tenaga analis dan laboratorium kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan setiap puskesmas harus memiliki sekurangnya satu tenaga analis kesehatan," ujar alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip ini.

Hanya Tiga

Meski pangsa pasar besar, sampai sejauh ini populasi prodi analis kesehatan relatif kecil. Di Jawa Tengah hanya ada tiga perguruan tinggi di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Depdiknas, yang memiliki prodi tersebut. Ketiganya merupakan perguruan tinggi swasta (PTS), yakni Unimus, Akademi Analis Kesehatan Pekalongan, dan Universitas Setia Budi Surakarta.

Fenonema ini juga terjadi dalam skala yang lebih luas, yaitu nasional. Pasalnya, sampai kini baru terdapat 20 program studi analis kesehatan di seluruh Indonesia.

Populasi prodi lain pada bidang ilmu yang sama, seperti analis farmasi dan analis kimia, juga relatif kecil. Bahkan prodi refraksi optisi baru dimiliki lima perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikkes) Hakli Semarang.

Pada saat yang sama, kesadaran masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kualitas hidup juga meningkat. Salah satunya ditandai dengan menjamurnya klinik atau laboratorium kesehatan. Apakah ini akibat banyak masyarakat yang mengidap penyakit degeneratif seperti diabetes, asam urat, liver, dan jantung?

Bisa jadi memang begitu, atau lantaran meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi kesehatannya. Sudah lumrah, jika penderita diabetes melakukan pengecekan kadar gulanya secara teratur di laboratorium kesehatan.

Budi Santosa pernah melakukan survei sederhana untuk mengetahui inisiatif pasien yang datang ke laboratorium kesehatan. Ternyata separo responden mengaku datang atas inisiatif sendiri. Artinya, bukan karena ada rekomendasi dokter. Mudahnya memperoleh informasi kesehatan membuat masyarakat seakan mengabaikan peran dokter.

''Dengan berpatokan pada hasil uji laboratorium, masyarakat kemudian melakukan terapi penyakit secara mandiri. Pada batas tertentu, hal itu diperbolehkan. Misalnya, hasil uji kadar gula darah digunakan sebagai patokan diet bagi penderita diabetes. Namun, peran dokter itu sangat diperlukan untuk memberikan terapi secara menyeluruh,'' ujar Budi Santosa.

Penyakit Baru

Hampir semua prodi analis kesehatan di Indonesia berjenjang diploma tiga (D3). Satu-satunya yang berjenjang strata satu (S1) hanya dimiliki Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Berdasarkan kurikulum yang ditetapkan Departemen Kesehatan, mahasiswa analis kesehatan juga memperoleh bekal di bidang analis medis, industri, dan kimia. Konsepnya bukan konsentrasi, melainkan lingkup kurikulum.

Untuk jenjang D3, pembelajaran ditempuh selama enam semester dengan beban 110-120 SKS. Ada tiga kompetensi utama yang diajarkan, yakni bidang klinis, mikrobiologi, dan kimia. Bidang klinis mencakup hematologi, kimia klnik, imunserologi, dan patologi anatomi. Sedangkan pada mikrobiologi diajarkan bakteriologi, mikologi, histologi dan parasitologi. Kemudian kompetensi kimia bisa dirinci menjadi kimia analisa, kimia amami (makanan dan minuman), kimia farmasi, serta biokimia.

''Meski sarat dengan muatan kimia dan biologi, prodi analis kesehatan bisa dimasuki lulusan SMA dari semua jurusan. Ada satu persyaratan khusus, yakni tidak buta warna,'' tambahnya. Animo calon mahasiswa sangat besar. Namun sesuai akreditasi prodinya, yakni B, penerimaan mahasiswa baru dibatasi hingga 40 kursi saja.

Besarnya animo calon mahasiswa juga diakui Wakil Direktur II Akademi Analis Kesehatan (AAK) Pekalongan Suparyati SP. ''Apalagi kami satu-satunya perguruan tinggi di Karesidenan Pekalongan yang memiliki prodi analis kesehatan,'' ujarnya.

Meski demikian, dia mengingatkan analis kesehatan menghadapi tantangan besar dengan munculnya berbagai penyakit baru yang tak mudah dijinakkan, seperti flu burung dan sindrome saluran pernafasan akut (SARS).

Suparyati mengakui, negara kita masih tertinggal dalam bidang kesehatan. ''Uji sampel darah penderita flu burung misalnya, harus dilakukan di Hongkong, karena Indonesia belum mampu,'' ujarnya.

Tantangan lain adalah munculnya alat portabel yang bisa digunakan untuk uji klinis secara mandiri. Alat pengukur gula darah portabel dengan ukuran sebesar telepon seluler misalnya, bisa dibeli dengan harga Rp 200.000. Pengidap diabetes dapat memeriksa kadar gula darahnya tanpa harus datang ke laboratorium kesehatan. Fenomena ini harus disikapi dengan peningkatan profesionalitas tenaga analis kesehatan. (Panji Satrio-32)

58 komentar:

  1. Profesi yang menarik untuk dicoba

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. saya juga sudah mencobanya...

      Hapus
    2. Bagaimana hasilnya ? :) Saya tertarik :)

      Hapus
    3. semua pasti sulit. tapi seenggaknya di analis kita belajar tanggung jawab

      Hapus
  3. sepertinx d bituhkan kesiapan penuh. baik dari segi mental maupun materi

    BalasHapus
  4. Belajar analis kesehatan susah ga ya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak susah kalau ada niat..
      yang penting mauu belajar aja..
      dan kalau kuat di biologi dan kimia, itu lebihh baik..
      karna pelajarannya kebanyakan tentang biologi dan kimia :D

      Hapus
  5. enak lo kuliyah dan kerjanya ... slu da hal yg menarik bt dipelajari

    BalasHapus
  6. susah gag kuliyah dsitu , kn da materi kimiaa
    bagi anak ips gmna,

    BalasHapus
  7. susah gag kuliyah dsitu , kn da materi kimiaa
    bagi anak ips gmna,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau soal materi semua yang di berikan itu dari dasar jadi dari ips pun bisa memahami materi kimia tersebut.

      Hapus
    2. dear vita

      come on come join us,,ANALIS KESEHATAN UNIMUS
      asyikk lho vita,kita bisa tau banyak macam seluk beluk tubuh kita,lingkungan kita, berbagai macam penyakit, obat-obatan
      pokoknya seru....

      Hapus
  8. Karena udah Khasrooth dan Ghairookh nya di analis jadi selalu menyenangkan.
    Analis is My Passion
    Menantu Ideal, Analis Kesehatan
    Mertua Sakit, Cek darah geratis
    hhehhe

    BalasHapus
  9. Karena udah Khasrooth dan Ghairookh nya di analis jadi selalu menyenangkan.
    Analis is My Passion
    Menantu Ideal, Analis Kesehatan
    Mertua Sakit, Cek darah gratis
    hhehhe

    BalasHapus
  10. saya belum menemukan kesenangan selama mengambil prodi itu :(

    BalasHapus
  11. orang yang suka tantangan pasti kan tertarik dengan studi ini.. percaya... saya sudah membuktikan dan hasilx... hmmm... lebih baxk tau yang tdk saya ketahui dan lebih baxk tau akan kebesaran Allah menciptakan semua yang telah aku lihat secara mokro... subhanallah.. selamat mencoba...

    BalasHapus
  12. jadi pengen kuliah disini juga bareng sama kakak ku,tapi kakak ku udah hampir lulus nii...

    BalasHapus
  13. tes masuknya susah gak yaa ?? :(
    pengen masuk situu.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak kok seperti masuk perguruan tinggi lainnya + tes kesehatan, misalnya mata dll.

      Hapus
    2. tapi selain tes kesehatan kan ada tes akademik, itu dilihat dari mapel apa ya ?

      Hapus
    3. Standart Mapel B. Inggris, Matematika dan Bahasa Indonesia

      Hapus
    4. kalau boleh tau diunimus ada D4nya g
      soalnya saya lulusan smk ankes pinginya sih langsung ambil D4 tanpa D3 terlebih dahulu itu bisa g y???

      Hapus
    5. Ada D4 nya.. kalau dari SMK ankes ke D4 ikutnya reguler.

      Hapus
  14. eva sulistiani17 Januari 2013 18.16

    kemaren saya dengar kabar di bandung dan jakarta sudah di buka yg S1? bner apa gak yah? tp sya brosing blm ada cuma D4,,,
    tolong informasinya,, saya juga mahasiswa ankes...
    terus mau tanya lg kalau dr D3 ankes ambil S1 nya bukan ankes misalnya di kesehatan masyarakat itu gmn apa bisa?
    trimaksh seblmnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya di Indonesia belum ada S1, adanya di jerman. Kalu d3 ankes ke s1 kesehatan masyarakat bisa cuman nanti yang dipkai gelarnya SKM bukan ankesnya.

      Hapus
  15. saya sekarang sekolah di SMK kes. bid Analis Kesehatan, tpi masih bunggung mau lanjut ke universitas mana ? di universitas ini bisa ambil S1 gak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau buat Analis kesehatan di Indonesia adanya baru D4 .. kalau S1 belum ada.

      Hapus
  16. S1 teknologi laboratorimnya itu bisa dihunhas kah ? terus registrasi info terbarunya dimana yanh , , bisa bagi info gak di email suryanti_anthy@rocketmail.com . thx

    BalasHapus
  17. bagi info dong tentang ankes unimus gak di email mirzaa09@yahoo.com , saya rencana mau nyambung ke d4.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Infomasi apa yang Anda ingin ketahui tinggal kontak adminya lewat kontak kami. untuk pendafataran bisa buka alamat pmb.unimus.ac.id

      Hapus
  18. Katanya ada tes kesehatan. kALO matanya mines itu gimana.. bisa diterima ga kira-kira....

    BalasHapus
  19. Ujian masuknya susah gak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicoba dulu saja .. kalau mau ujian yang penting belajar :)

      Hapus
  20. analis itu...tiap hari melakukan penelitian tentang derajatkesehatan si pasien...

    BalasHapus
  21. KLINIK CITRA ARDHITA MEDIFARMA
    SEDANG MEMBUTUHKAN :

    DIII / S1 LULUSAN AKADEMI ANALIS KESEHATAN

    LAMARAN DAN CV DAPAT DI KIRIM MELALUI POS ATAU EMAIL KE :

    KLINIK DAN LABORATORIUM
    CITRA ARDHITA MEDIFARMA II

    Cluster Karawang Grand Villag V- I No 38
    Jl. Bharata SUKALUYU – TELUK JAMBE TIMUR
    KARAWANG
    TLP 0267-8633102 / FAX 0267-8633101
    Email : Citraardhita_medifarma@yahoo.CO.ID

    BalasHapus
  22. peluang kerja untuk lulusan D4 ankes banyak gak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya jd guru SMAK, atau ketua Lab. di RS atau bisa nerusin ke S2 ntar jadi dosen juga,

      Hapus
  23. Lulusan SMA Jirusn IPS bisa diterima gk?
    Dijawabya pliss :')
    makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jurusan IPA, IPS coba tanya ke pendaftran UNIMUS

      Hapus
  24. S1 Analis kesehatan di luar hegeri apa cuman ada di jerman aja?

    BalasHapus
  25. Salam analis, d.unhas ada progsus.x D3 ankes gk, aq lu2san SMK ANALIS IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI JATIM

    BalasHapus
  26. mau masuk akademi analisis kesehatan apa saja syarat tes nya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cek kesehatan, tidak buta warna, dan tes b.indo, b. inggris, dan matematika

      Hapus
  27. kak,,peluang untuk jd pns bagi lulusan d4 ankes kedepan nya bisa atau tidak ?

    BalasHapus

  28. ELIM MEDICAL CENTER, YAYASAN BERGERAK DI BIDANG PELAYANAN KESEHATAN MENCARI KANDIDAT TERBAIK UNTUK MENGISI POSISI:
    ANALIS LABORATORIUM (LAB)


    SYARAT KHUSUS:
     Pengalaman sesuai bidangnya
     Usia maksimal 35th
     Terbuka untuk Fresh Graduated

    SYARAT UMUM:
     Jujur-Teliti - Bertanggung jawab
     Memiliki komitmen dan integritas yang tinggi- interpersonal dan kepribadian yang kuat Mampu bekerja dalam team
     Berorientasi pada pelayanan Pasien.
     Memiliki keterampilan komunikasi- keterampilan menggunakan komputer.

    Kirimkan surat lamaran (tulis posisi yang dilamar di amplop /di subjek email ), CV, Pas Photo 4x6, Fotocopy Ijazah, Surat Refrensi / Pengalaman kerja, KTP beserta nomor telepon / HP yang dapat dihubungi ke alamat:
    HRD . ELIM MEDICAL CENTER
    Jl. Jend. Sudirman No. 190 Bandung 40181
    recruitment.elimmedicalcenter@gmail.com

    HUB . Personalia EMC No. Telp 022 6029696/ 022 6029797 Ext. 303


    BalasHapus
  29. Analis kesehatan di UNIMUS lebih diunggulkan dalam diagnosis malaria? itu sangat menarik.. di daerah jakarta ada gk yaaa?? :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain malaria masih banyak lagi, salah satunya Prosesing jaringan, di lab. patologi anatomi, untuk D4 ke arah Biomolekuler, isolasi DNA, protein dll.

      Hapus
  30. ada ga S1 nya di kampus ini? mohon infonya

    BalasHapus
  31. Kalau dari d3 ankes lanjut ke s1 kedokteran bisa ga ?

    BalasHapus